Indonesia dalam Politik Global 2045

Penulis : Muhammad Haizul Falah / I72216044
      
       Pada saat ini kondisi politik global bisa dikatakan masih relatif aman dan damai karena konfrontasi pada perang dingin sudah berakhir dan semua negara di dunia sedang focus membangun segala aspek yang harus ditingkatkan untuk kepentingan negara masing-masig terutama dalam hal perekonomian. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang berstatus middle power masih berkutat dengan msinya untuk ikut andil dalam persaingan politik global yaitu dengan menebar janji perdamaian secara individu atau berhubungan multilateral yakni juga mengikuti berbagai forum dunia seperti PBB, GATT dan lain-lain. Indonesia terkenal dengan negara demokrasi terbesar di dunia dan itu merupakan hal yang tidak mudah, ia mencapainya dengan komitmen yang sungguh-sungguh mengingat tingkat ketegangan pluralism yang tinggi. Meskipun keadaan politik global terlihat baik-baik saja, tantangan serta ancaman ke depan masih akan terus menghadang keadaan damai tersebut.
            Dalam politik global semua negara bersaing untuk bisa mendapatkan power, jadi tidak heran jika saat ini banyak sekali negara yang berpotensi mendapat pengaruh power yang besar. Bukan hanya AS yang berkuasa tapi muncul negara-negara lain seperti Tiongkok, Rusia, Brazil, India dan Jepang. Mereka mulai bangkit dalam membangun bidang ekonomi dan memiliki pengaruh kuat atau politik serta proyeksi militer yang tangguh sudah menjadi acuan pembangunan mereka. Dan tentunya ini dapat mengarah ke perlombaan senjata daan terciptanya konflik. Ancaman yang lain seperti adanya keagresifan terorisme, adanya ketimpangan sosial-ekonomi yang belum terselesaikan, keamanan energi dan sumber daya dan laim-lain.
            Adanya pergeseran dalam kekuatan politik global sebagai bukti bentuk politik global yang dinamis, meskipun AS tetap menempati posisi pertama di segala bidang namun tak dipungkiri suatu negara lain akan bisa menyamainya. Dalam bidang militer, baru-baru ini berdasarkan international institute for strategic studies, AS masih di posisi teratas dengan anggaran pertahanan terbesar d dunia, dan secara berurutan diikuti oleh Tiongkok lalu Inggris yang mana sebelumnya inggris menduduki posisi kedua. Beberapa negara lain juga mengalami perkembangan yang begitu pesat seperti Rusia, Arab Saudi, Korsel, dan India. Dan Indonesia sendiri juga mengalami peningkatan yang signifikan, dari anggaran sekitar 3,4 miliar dollar AS meningkat menjadi 8,17 miliar dollar AS pada tahun 2016. Bisa dilihat bahwa Indonesia juga memiliki potensi dan komitmen yang kuat untuk bersaing di kancah global.
            Dalam bidang ekonomi, berdasarkan data world bank, GDP terbesar masih dipegang oleh AS, disusul Tiongkok, Jepang dan Jerman. Dan pada tahun 2016 indonesia mengalami peningkatan naik 2 posisi. Selain itu, negara lain yang berkembang pesat yaitu India dan korsel. Ini bisa disimpulkan bahwa potensi Tiongkok bisa menyaingi kekuatan AS. Selain hal power dalam politik global, ada berbagai fenomena ancaman terhadap kedamaian politik global yaitu munculnya gerakan populisme radikal yang menentang sifat demokrasi pluralisme dan menekankan intoleransi dan sifat nasionalisme yang fanatic. Penagruh dari gerakan ini adalah negara-negara kecenderungan untuk meninggalkan mekanisme multilateral dan penekanan terhadap mekanisme unilateral dan ini sangat genting karena tataran global semakin tidak pasti dimana tidak didasarkan kepada norma-norma internasional dan kepentingan masyarakat global. Efek lain yang muncul adalah penekanan terhadap kebijakan yang short term dan mengabaikan yang long term. Kebijakan ini akan sangat mengkhawatirkan karena setiap negara akan selalu memenuhi kepentingannya sendiri dan mengabaikan keadaan sekitar atau kepentingan yang lebih luas seperti aspek pembangunan berkelanjutan, lingkungan hidup dan aspek kemanusiaan. Dan ancaman yang lain adalah meningkatnya ancaman teroris yang beroperasi lintas batas negara. Hal ini juga memungkinkan adanya ancaman dari actor non-negara.
            Dengan adanya paparan tersebut, politik gobal bisa diprediksi pada tahun 2045, dalam segi power khususnya kekuatan pertahanan, ia masih dikuasai oleh AS, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa kekuatan Tiongkok akan bisa menyainginya mengingat proyek Tiongkok yang menjanjikan yakni memperkuat pertahanan dengan armada laut yang sebelumnya dimiliki oleh AS. Tak terkecuali negara-negara lainnya seperti Rusia, India, Korsel dan Arab Saudi. Pada tahun 2045 pusat perekonomian diprediksikan akan beralih pada kawasan Asia, dimana negara-negara asia sudah memiliki inovasi teknologi yang memadai dan didukung oleh sumber daya alam dan manusia yang melimpah dengan jumlah usia produktif yang besar dan kekuatan inilah yang tudak dimiliki oleh negara kawasan Eropa. Dan definisi power akan selalu berubah, dalam hal ini ketentuan power itu sendiri akan dilihat dari besarnya sumber daya alam dan manusia yang dimilikinya. Oleh karena itu negara yang memiliki potensi tersebut seharusnya memanfaatkan potensi tersebut dengan optimal dengan berinovasi dalam hal Pendidikan, inovasi teknologi dan kebijakan yang berkelanjutan. Ancaman dalam ini juga akan terus bertransformasi, jika penentu kekuatan adalah SDA dan SDM yang dimiliki akan terjadi konflik mengenai penguasaan sumber daya alam yang semakin terbatas dan tidak memungkinkan adanya penjajahan seperti dahulu kala.

            Peran dan posisi Indonesia pada tahun 2045 dapat dikatakan memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu actor kunci dalam politik global. Indonesia memiliki prospek masa depan yang cerah dengan memiliki SDM dan SDA yang melimpah dan masih produktif secara otomatis mendukung perkembangan ekonomi, kekuatan pertahanan, dan meningkatnya pengaruh Indonesia dalam bidang politik. Untuk mencapai hal tersebut, Indonesia harus memiliki tatanan visi untuk setiap kebijakannya dimana pembangunan ekonomi harus dibarengi dengan pembangunan pertahanan agar pengaruh Indonesia akan semakin meningkat. Indonesia juga harus memperbaiki dan mengoptimalkan kebijakannya untuk sistem pendidikannya, pembangunan yang berkelanjutan serta penguasaan teknologi informasi agar dapat bersaing dengan negara lain. Dan Indonesia juga harus menjaga hubungan baik antar negara agar kelak Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak mengancam negaara lainnya dan bisa tetap menngejar kepentingannya. Indoensia dapat menjadi contoh sebuah bangsa yang selalu berkomitmen penuh dan mempromosikan teraplikasinya norma serta aturan internasional. Untuk yang terakhir, Indonesia harus tetap bisa menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila nya agar bisa menjadi panutan negara lain dalam hal mengembangkan asas demokrasi dunia karena Indonesia terkenal dengan masyarakat yang pluralisme, hidup dalam kesatuan yang solid meskipun berbeda ras, suku, agama dan budaya tapi Indonesia bisa tetap mencapai tujuannya Bersama dalam politik global 2045.

Referensi
Mangadar Situmorang, Ph.D., Agustus/September 2017, Indonesia Dalam Politik Global 2045, s.l.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP ISU TENAGA KERJA CINA DI INDONESIA: PERSPEKTIF INDONESIA

Politik Luar Negeri Indonesia Era Jokowi: Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Kerjasama Indonesia-Australia Dalam Menanggulangi Human Trafficking