Indonesia dalam Politik Global 2045

Penulis : Ilman Nur Alam / I72216037

A.  Pendahuluan
Kondisi politik global pada saat ini terkesan masih stabil. Hal dapat kita lihat minimal dari tiga realitas atau indikasi yang ada. Pertama, absennya konflik great power pada percaturan internasional. Kedua, negara-negara tampak fokus membangun perekonomiannya masing-masing. Dan yang terakhir, banyaknya kegiatan interdepensi pada bidang-bidang tertentu.
Namun lambat - laun muncul beberapa kekuatan baru yang berpotensi menjadi rival negara great power Amerika Serikat. China, Rusia, India dan Jepang adalah contohnya. Lebih lanjut, mereka muncul sebagai rival pada sektor-sektor pokok, yaitu ekonomi, ketahanan serta teknologi. Adapun Indonesia yang notabennnya sebagai developing country nampak masih berada pada status middle power pada perannya. Meskipun Indonesia dinilai sebagai negara yang aktif pada kegiatan-kegiatan internasional, memiliki pertumbuhan ekonomi yang positif, sebagai salah satu negara demokrasi terbesar serta memiliki penduduk yang bersifat moderat, namun Indonesia nampaknya harus berbenah lebih jauh untuk menyandang status great power dan great state, atau minimal bergelar great power.

B.  Politik Global Terus Berubah
Ada beberapa faktor yang menyebabkan perubahan arah politik global, di antaranya dapat kita lihat pada realitas-realitas di bawah ini.
Pertama, dari kacamata power dalam hal militer Amerika Serikat memang masih berada di posisi teratas dengan anggaran pertahanan sebesar 649,3 miliar dollar, disusul oleh Inggris yang berada di urutan kedua dengan anggaran pertahanan sebesar 71,4 miliar dollar dan China di urutan ketiga dengan anggaran pertahanan sebesar 60,1 miliar dollar. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia mengalami hal yang serupa. Tercatat anggaran pertahanan indonesia pada tahun 2008 sebesar 3,4 miliar dollar serta sebesar 8,17 miliar dollar pada tahun 2016. Dengan kata lain, bukti ini cukup menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pertahanan indonesia.
Kedua, pada bidang ekonomi, berdasarkan laporan dari world bank Amerika Serikat memang menduduki posisi pertama dengan GDP terbesar. Namun perlu dicatat bahwa Asia yang diwakili oleh China dan Jepang masing-masing menduduki peringkat kedua dan ketiga. Adapun indonesia bersama negara-negara di Asia lainnya seperti India dan Korea Selatan berpotensi besar menjadi negara economic power. Hal ini dapat dilihat dari presentase pertumbuhan GDP yang dimiliki oleh indonesia dari 706 miliar dollar pada tahun 2010 menjadi 932 miliar dollar pada tahun 2016.
Ketiga, munculnya gerakan populisme radikal yang menekankan nasionalisme dan intoleransi sebagai tantangan bagi demokrasi dan pluralisme. Efeknya adalah banyak negara yang kemudian meninggalkan mekanisme multitateral dan beralih pada konsep bilateral ataupun uniteral. Alhasil, kita akan mengalami kesulitan dalam membaca tataran global yang ada karena setiap kesepakatan yang muncul tidak didasarkan pada norma-norma internasional dan kepentingan masyarakat global, melainkan berdasarkan pada koefisien power yang dimiliki pihak-pihak yang bersepakat.

C.  Terawang Kondisi pada 2045
Gambaran atau paparan realitas yang ada pada saat ini merupakan proyeksi dasar arah politik global di kemudian hari. Secara garis besar Amerika Serikat serta negara-negara di Eropa memang sedang berada di garis terdepan pada sektor pertahanan, ekonomi serta power. Namun dapat diprediksi pada tahun 2045, pusat perekonomian akan berada di Asia dengan China, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia sebagai aktor utamanya. Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa akan mengalami stagnasi kekuatan sejalan dengan stagnasi pertumbuhan ekonomi mereka. Hal ini dapat terjadi akibat kalkulasi dua faktor kongkrit yaitu:
a.       Sumber daya alam, Asia masih memiliki lahan sumber daya alam yang besar dan luas untuk dieksploitasi sementara Amerika Serikat dan negara-negara eropa lainnya tidak. Jikapun mereka dapat mengeksploitasi tentu akan mengeluarkan tenaga serta kalkulasi pembiyaan yang sangat tinggi.
b.      Usia produktif, beriringan dengan ketersediaan sumber daya alam yang luas tentu akan menambah produktifitas populasi masyarakat yang berada di Asia, sedangkan Eropa justru akan mengalami degradasi jumlah usia produktif karena tidak didukung oleh sumber daya alam yang kuat.
Setelah masalah ekonomi selesai, masalah pertahanan dan keamanan akan mengalami dampak dengan sendirinya. Ketika suatu negara memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat serta income yang surplus, otomatis sektor pertahanan dan keamananya akan mengalami kemajuan pula. Dengan kata lain, China serta negara-negara produktif lainnya di Asia akan mengimbangi kekuatan militer Amerika dan Eropa pada tahun 2045. Sementara pada sisi keamanan, akibat minimalnya ketersediaan sumber daya alam yang dimiliki, negara-negara great power tersebut akan bersaing satu sama lain, sehingga hal tersebut dapat memicu terjadinya konflik.

D.  Peran dan Posisi Indonesia pada Tahun 2045
Dari uraian di atas, Indonesia cukup berpotensi untuk menjadi aktor utama dalam politik global pada tahun 2045. Dengan ketersedian sumber daya alam yang mumpuni serta jumlah populasi produktif yang besar dapat menjadi modal pokok bagi Indonesia untuk menyokong pertumbuhan ekonomi. Kemudian, pertumbuhan ekonomi tersebut secara tidak langsung akan berimplikasi pada kekuatan pertahanan serta arah politik Indonesia di kancah internasional. Setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan sebagai  modal untuk mewujudkan proyeksi positif tersebut,
a.       Pembangunan bidang ekonomi Indonesia harus dibarengi dengan pembangunan bidang pertahanan, sehingga pengaruh politik global Indonesia semakin meningkat.
b.      Indonesia harus mampu mentransformasikan modal populasinya menjadi power melalui sistem yang berkelanjutan.
c.       Indonesia hendaknya tetap mengambil mekanisme multitateral serta mempromosikan semangat perdamaian.

d.      Indonesia harus menjadi contoh bagi perkembangan demokrasi dunia yang mendasarkan dirinya pada moderasi umat beragama dan toleransi antar entitas.

Referensi
Mangadar Situmorang, Ph.D., Agustus/September 2017, Indonesia Dalam Politik Global 2045, s.l.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP ISU TENAGA KERJA CINA DI INDONESIA: PERSPEKTIF INDONESIA

Politik Luar Negeri Indonesia Era Jokowi: Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Kerjasama Indonesia-Australia Dalam Menanggulangi Human Trafficking