Indonesia dalam Politik Global 2045
Penulis :
Talitha Aulia Ahdana / I02216028
Saat ini kita berada dalam kondisi dimana politik global yang
relatif “damai”, yang diindikasikan dengan absennya konflik antar great power dalam tatanan global, setiap
Negara fokus dalam membangun perekonomian dan meningkatkan kerjasama antar
Negara agar terciptanya interdependensi antar Negara. Namun dengan melihat
kondisi lingkungan global yang masih penuh dengan ketidakpastian, maka domestic
perlu diperkuat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi. Beberapa hal yang
harus dilakukan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestika adalah menjaga
daya beli masyarakat, mengeluarkan kebijakan yang bisa mendorong terciptanya
lapangan kerja, serta penyederhaan proses bisnis dan birokrasi di Indonesia.
Indonesia sendiri dikenal dengan statusnya yang middle power yang memiliki peran aktif dalam politik global. Pada
tataran regional, Indonesia dikenal dengan ketua Negara-negara ASEAN; yang
berperan aktif dalam perdamaian global, serta menyuarakan perdamaian di wilayah
Timur Tengah dan dunia Islam. Pada lingkungan ekonomi, Indonesia berperan aktif
dalam G-20, sebuah forum bagi Negara-negara maju di dunia.
Seiring berjalannya zaman dan waktu, keadaan politik global terus
berubah. Berbagai peristiwa besar muncul pasca berakhirnya perang dunia II.
Dunia memasuki perang baru yang dinamakan sebagai perang dingin, yakni
perebutan kekuasaan Negara super power pemenang perang dunia II, Amerika
Serikat dan Uni Soviet. Konfigurasi power dalam hal militer menunjukkan
munculnya beberapa pergeseran kekuatan politik global. Amerika Serika masih
dalam posisi teratas dengan kekuasaan militer yang terkuat saat ini. Namun
beberapa Negara lainnya,seperti wilayah Asia juga memiliki perkembangan yang pesat
terhadap militer seiring berjalannya waktu. Hal tersebut menandakan bahwa
terjadi peningkatan kekuatan pertahanan khususnya di kawasan Asia dan
Australasia dan Timur Tengah, sedangkan kawasan Eropa dan Amerika Utara
mengalami penurunan dalam hal ketahanan dan kekuatan. Selain konfigurasi power antar Negara,
terdapat fenomena yang terjadi dalam politik global saat ini. Pertama,
munculnya gerakan populisme radikal yang menekankan nasionalisme dan
intoleransi sebagai tantangan bagi demokrasi dan pluralisme. Efek dari
populisme radikal yang terjadi di banyak Negara adalah kecenderungan untuk
meninggalkan mekanisme unilateral dan bilateral dalam politik global. Dengan
penekanan kepada mekanisme bilateral dan unilateral akan semakin meningkatkan
ketidakpastian dalam tataran global, dikarenakan setiap kesepakatan yang muncuk
tidak didasarkan pada norma-norma internasional dan kepentingan masyarakat,
namun didasarkan pada koefisien power yang
dimilki oleh pihak-pihak yang bersepakat. Munculnya gerakan populisme radikal
dapat menjadi ancaman serius bagi sistem politik demokrasi yang berbasis pada
norma-norma dan kebebasan individu dan rule
of law.
Paparan tentang kondisi saat ini dapat menjadi dasar bagi proyeksi
politik global pada tahun 2045. Dalam hal konfigurasi power khususnya kekuatan
pertahanan, Amerika Serikat masih akan tetap menjadi kekuatan nomer satu. Akan
tetapi, celah kekuatannya akan semakin menipis dibandingkan kekuatan
Negara-negara lain. Negara-negara lain yang mungkin muncul menjadi kekuatan dalam
bidang militer diantaranya adalah Rusia, yang pertahannya serta investasinya
cukup besar dalam pembangunan kekuatan pertahanan. India, Korea Selatan, Arab
Saudi juga dapat menjadi actor yang memiliki pengaruh besar terhadap pertahanan
mereka. Sedangkan Negara-negara di Eropa kemungkinan akan menduduki 10 besar
kekuatan pertahanan dunia seperti Prancis, Jerman, dan Inggris kemungkinan akan
mengalami stagnasi dalam pertumbuhan ekonomi mereka. Gambaran tersebut
menunjukkan bahwa pada tahun 2045 isu yang akan muncul yaitu berkaitan dengan
menipisnya sumber daya alam, sehingga salah satu power Negara adalah sumber daya manusia yang dimilikinya. Terkait
dengan pembahasan global diatas, salah satu permasalahan utamanya yang harus
dipecahkan adalah lingkungan hidup.
Dengan adanya gambaran politik global pada tahun 2045 diatas, dapat
dikatakan bahwa Indonesia sendiri masih memiliki potensi untuk menjadi salah
satu actor kunci dalam politik global. Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi
kunci keberhassilan Indonesia untuk mencapai proyeksi tersebut. Pertama,
Indonesia harus memiliki visi kedepannya dalam kebijakan pembangunan. Kedua,
memiliki kemampuan merubah dasar populasinya menjadi power melalui sistem dan
kebijakan yang berkelanjtan. Ketiga, harus tetap berhubungan baik dengan
Negara-negara lain dan ikut serta dalam mempromosikan perdamaian dunia.
Keempat, Indonesia dapat menjadi contoh sebagai Negara yang berkomitmen dalam
mempromosikan perdamaian dunia. Kelima, Indonesia juga bisa menjadi contoh
untuk Negara-negara lain dalam hal demokrasi dan toleransi antar kelompok. Itu
semua sejalan dengan nila-nilai dasar Pancasila dan amanah konstitusi UUD 1945.
Referensi
Mangadar Situmorang, Ph.D., Agustus/September 2017, Indonesia Dalam Politik Global 2045, s.l.
Komentar
Posting Komentar