Indonesia dalam Politik Global 2045
Penulis : Khoridatur Rahmah / I02216015
Kita telah
mengetahui bersama bahwa indonesia merupakan negara yang berperan aktif dalam
politik global. Indonesia merupakan negara yang dikenal sebagai negara middle
power yang mempunyai kekuatan yang terus berkembang meski tidak menyaingi
negara-negara great power seperti Amerika Serikat dan lainnya. Sebelum
berakhirnya perang dingin di era 90-an, politik global relatif membaik dan
damai karena negara-negara great power yang berkonflik sibuk dengan
perkembangan pembangunan ekonomi mereka. Meski politik global berubah menjadi
semakin membaik, bukan berarti dunia telah bebas dari berbagai ancaman. Semakin
adanya politik global, semakin terciptanya peluang ancaman pula. Hal itu
dikarenakan tingkat persaingan antar negara dalam meningkatkan power.
Dalam
dunia politik global memunculkan suatu proyeksi kekuatan. Hal ini dilakukan
negara-negara great power seperti Amerika, Rusia, Tiongkok, Jepang, India dan
Brazil. Hal inilah yang menyebabkan suatu ancaman di dunia politik global
dikarenakan persaingan peningkatan pertahanan berkembangnya persenjataan
negara. Dengan persaingan ini, konflik penguasaan di masa mendatang akan
terjadi sewaktu-waktu bahkan perang pun bisa saja terjadi. Ancaman di dunia
politik global tidak hanya muncul dari aktor negara, ancaman kedamaian untuk
politik global juga terjadi dari aktor non-negara seperti munculnya ancaman
terorisme global setiap negara. Tidak hanya itu, ditambah dengan isu perubahan
iklim, ketimpangan sosial-ekonomi, keamanan energi dan sumber daya, konfilk
internasional dan perang sipil serta isu
kemanusiaan lainnya memicu krisis damai dalam dunia politik di masa mendatang.
POLITIK
GLOBAL TERUS BERUBAH
Suatu politik yang
bermakna perilaku untuk menguasai posisi teratas akan selalu memunculkan siklus
perubahan. Perubahan muncul dinamis hanya karena suatu usaha ingin menjadi
hebat dalam persaingan politik global. Salah satu contoh perubahan politik yang
dinamis ialah adanya Konfigurasi power dalam hal Militer di beberapa dekade
terakhir. Seperti persaingan Amerika Serikat dengan negara lainnya yaitu
Tiongok yang selalu berbenah menjadikan negara masing-masing sebagai posisi
teratas kekuatan Militer. Beberapa negara lain juga berkembang seperti Rusia,
Arab Saudi, Korea Selatan, dan India dalam meningkatkan kekuatan militer.
Indonesia masih
berada di luar 10 besar negara – negara dengan anggaran pertahanan terbesar.
Meski begitu, Indonesia masih mengalami mengalami peningkatan yang cukup
signifikan. Negara kita selalu meningkatkan pembangunan negara di segala bidang
terutama pertahanan miiter lebihnya lagi Indonesia memiliki misi untuk mencapai
minimum esential forces dalam pertahanan di tahun 2024.
Di
bidang ekonomi, Amerika masih berada dalam urutan teratas dengan GDP sebesar
14,6 dollar AS sejak laporan berdasarkan laporan World Bank pada tahun 2010. Selain itu, Tiongkok, Jepang, Jerman
juga mencapai peningkatan. Memang ekonomi adalah salah satu power suatu negara,
bahkan dalam dunia internasional pun selalu muncul isu-isu yang berkaitan
dengan perekonomian global. Dalam perekonomiannya, Indonesia sendiri mencapai
penghasilan dengan total 706 miliar dollar AS sehingga menempatkannya di
peringkat ke-18. Selain negara-negara tersebut, India, Korea Selatan pun ikut meningkatkan GDP.
Selain konfigurasi power, muncul
pula suatu gerakan populisme yang menekankan nasionalisme dan intoleransi
sebagai tantangan bagi demokrasi dan pluralisme. populisme juga muncul di
negara non-barat. Sehingga berefek kecenderungan untuk ditinggalkannya
mekanisme multilateral dalam politik global. Selain itu, muncul gerakan
Euroscepticism di Eropa yang ditandai dengan keluarnya inggris dari organisasi
regional Uni Eropa, yang kemudian memunculkan sentimen serupa di berbagai
negara lainnya.
Gerakan populisme
radikal ini dapat menjadi suatu ancaman yang sangat serius bagi sistem politik dengan
demokrasi yang secara mendasar berbasis pada norma-norma dan kebebasan individu
dan rule of law. Jika ditarik kepada
politik global, semakin tidak bekerjanya sistem demokrasi dalam tataran
domestic akan menyebabkan instabilitas dalam tingkatan global dimana kaum
liberal percaya bahwa penerapan demokrasi dalam sistem politik domestik akan
mencegah konflik antar negara dalam tingkatan internasional.
TERAWANG KONDISI
PADA 2045
Dalam konfigurasi power khususnya kekuatan pertahanan,
Amerika Serikat masih akan tetap menjadi kekuatan nomor satu. Tetapi celah kekuatannya
akan semakin menipis dibandingkan negara-negara lain seperti Tiongkok karena
pada tahun 2030 akan menyelesaikan proyeksi kekuatan angkatan laut menjadi blue water navy, yang akan bersaing
dengan Amerika Serikat yang memiliki kekuatan bertahan armada laut mengarungi
samudra dan dalam laut saat ini. Tidak hanya itu, negara-negara lainnya seperti
Rusia, India, Korea dan Arab Saudi juga dapat menjadi aktor yang memiliki
pengaruh besar mengingat perkembangan anggaran pertahanan mereka.Pada tahun
2045, diperkirakan akan muncul isu menipisnya sumber daya alam, sehingga salah
satu penentu power negara adalah
sumber daya manusia yang dimilikinya. Sumber daya manusia yang sesuai visi
politik negara dalam politik global akan menambah power tersebut. Negara harus
pandai dalam memanfaatkan sumber daya manusianya. Diperkirakan, Kekuatan
pertahanan akan berpindah ke kawasan Asia serta Timur Tengah karena 10 besar
negara pertahanan seperti perancis, jerman dan inggris mengalami stagnansi
pertahanan seperti stagnansi perekonomiannya. Dengan prediksi perbindahan
tersebut, Indonesia yang memiliki sumber daya manusia yang cukup besar akan
mendapat peluang dalam peningkatan pertahanan negara sehingga power akan meningkat.
PERAN
DAN POSISI INDONESIA PADA TAHUN 2045
Dalam gambaran
tersebut, dapat memungkinkan bahwa indonesia memiliki potensi untuk menjadi
salah satu aktor kunci dalam politik global dengan populasiya yang besar.
Tetapi, beberapa hal yang harus dilakukan agar menjadikannya terwujud yaitu
memiliki visi kedepan dalam pembangunan, pendidikan populasi dan kerjasama
negara. Suatu pembangunan akan lancar jika setiap masyarakat ikut
berpartisipasi di dalamnya, sebagai warga negara Indonesia, kita harus menjadi
warga yang cerdas. Kita juga harus menguasai perkembangan dunia dengan
pemanfaatan teknologi saat ini sehingga dapat bersaing dengan negara-negara
great power. Tidak lepas dari itu, kerjasama sangatlah penting bagi indonesia
dengan negara-negara lainnya, dengan adanya kerjasama negara, suatu sistem
politik global yang dapat menjadi ancaman akan berubah menjadi suatu solusi
dalam mencapai kepentingan Indonesia mendatang.
Referensi
Mangadar Situmorang, Ph.D., Agustus/September 2017, Indonesia Dalam Politik Global 2045, s.l.
Komentar
Posting Komentar