Indonesia dalam Politik Global 2045

Penulis : Dewangga Farros Haidar / I02216004

Pasca perang dingin pada awal tahun 90an, kondisi politik global hingga saat ini masih relative ‘damai’. Hal ini terlihat dengan tidak adanya konflik antara Negara super power yang berada pada tatanan  dunia internasional, semua Negara pun sibuk dalam meningkatkan perekonomian, membangun koneksi dan kerjasama antar Negara  dan perkembangan teknologi serta modernisasi yang mempermudah seluruh Masyarakat dunia untuk saling berhubungan.
Indonesia bukan lah Negara super power, tapi juga bukan termasuk Negara yang tertinggal dan  Indonesia di kenal  sebagai Negara middle power yang berperan aktif dalam politik global. Indonesia aktif dalam menyuarakan perdamaian dunia, berperan aktif dalam ekonomi internasional, Negara demokrasi terbesar, dan menjadi salah satu Negara dengan perekonomomian yang stabil dan positif. Dalam beberapa tahun terakhir Amerika sebagai Negara super power telah memiliki saingan dan revisionis dalam politik global. Negara-negara yang memiliki kekuatan ekonomi, peranan dalam politik internasional dan melakukan peningkatan kekuatan militer Adalah Tiongkok, Rusia, Jepang, India, dan Brazil. Dengan kondisi seperti ini dunia tentu tidak bebas dari berbagai macam tantangan dan ancaman karena proyeksi kekuatan militer dengan perlombaan persentaan antar Negara dapat memicu konflik di massa mendatang.
Selain konfigurasi power antar Negara terdapat beberapa fenomena yang terjadi dalam politik global, yaitu munculnya gerakan populisme radikal sebagai tantangan bagi demokrasi dan pluralisme yang  menekankan pada nasionalisme dan intoleransi, selanjutnya semakin meningkatnya ancaman terorisme yang beroperasi lintas Negara dan telah menjadi kekhawatiran yang sangat nyata yang harus di hadapai oleh Negara-negara di dunia.
Negara-negara eropa yang pada beberapa tahun terakhir menempati 10 besar  kekuatan pertahanan dunia kemungkinan tidak akan mengalami peningkatan dalam kekuatan militer maupun ekonomi mereka, sedangkan pusat kekuatan akan beralih pada daerah asia dan timur tengah yang akan diimbangi  dengan pertumbuhan secara pesat dari segi ekonomi juga.  Di perkirakan pada tahun 2045, pusat perekonomian akan beralih kewilayah Asia yaitu Tiongkok, Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia sebagai pemain utamanya. Bukan tanpa alasan Negara-negara tersebut dapat menjadi pemain utama dalam perekonomian dunia, di dukung oleh inovasi teknologi yang telah di mulai sekarang dan di masa yang akan datang dan masih tersedianya sumber daya alam untuk di ekspolitasi serta jumlah populasi di usia produktif yang besar. Berbading terrbalik dengan Negara-negara di wilayah eropa yang mengalami degradasi jumlah penduduk usia produktif untuk menopang perekonomian mereka serta mengalami penipisan sumber daya alam.
Terkait dengan prediksi diatas dengan menipisnya sumber daya alam dan semakin besarnya penduduk yang ada di dunia serta bergesernya kekuatan antara Negara-negara di dunia, tahun 2045 berpotensi menjadi titik konflik antar Negara super power, karena salah satu penentu power Negara adalah sumbr daya manusia dan sumber daya alam yang dimilikinya. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa Negara Indones  ia memiliki potensi untuk menjadi salah satu actor kunci dalam politik global.  Tapi mempertahankan proyeksi positif untuk mencapai keberhasilan tersebut, dengan visi yang jelas dalam pembangunan ekonomi dan pertahanan Negara, menjaga hubungan baik dengan Negara-negara yang berpotensi, memanfaatkan modal populasi penduduk dengan pengembangan pendidikan dan teknologi, dan menjadi contoh Negara demokrasi bagi Negara-negara lainnya.

Referensi
Mangadar Situmorang, Ph.D., Agustus/September 2017, Indonesia Dalam Politik Global 2045, s.l.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP ISU TENAGA KERJA CINA DI INDONESIA: PERSPEKTIF INDONESIA

Politik Luar Negeri Indonesia Era Jokowi: Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Kerjasama Indonesia-Australia Dalam Menanggulangi Human Trafficking