Indonesia dalam Politik Global 2045
Penulis :
Nabila Zulfa / I02216022
Indonesia termasuk negara yang
memiliki peran aktif dalam politik global. Yang dikenal dengan statusnya
sebagai middle power. Namun jika Ekonomi Indonesia
saat ini berkembang dengan pesat dan menjadi negara penting dalam politik
global, khususnya di Asia. Oleh karena itu, ke depan pola hubungan yang akan
dominan adalah melalui pendekatan kawasan, bukan hanya hubungan bilateral. Indonesia
terkenal sebagai pemimpin negara-negara Asia Tenggara dalam kerangka ASEAN.
Indonesia juga sangat berperan aktif dalam berbagai misi perdamaian PBB, serta
menyuarakan perdamaian di Timur Tengah dan dunia Islam. Dan serta ekonomi
internasional berperan aktif dalam G-20, sebuah forum bagi negara-negara dengan
perekonomian paling maju di dunia. Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia yang
bersifat moderat, serta salah satu negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi
yang positif dan stabil dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ada beberapa
permasalahan lain yang menghadapi tatanan global yang membuat politik global
terus berubah. Seperti terorisme global yang dilakukan oleh berbagai kelompok
dari Al-Qaeda, dan ada juga seperti ISIS yang menggabungkan metode terorisme
dan insurgensi. Tersebut juga menenai ancaman yang berasal dari aktor
non-negara. Ada juga ditambah dengan permasalahan glonal lainya seperti isu-isu
lain terkait kemanusiaan.
Hal ini dapat memicu krisis yang mengakhiri kondisi perdamaian dalam
politik global di masa yang akan datang. Sebagai warga negara Indonesia, kita
harus mengapresiasi dengan keberadaan Indonesia saat ini. Meskipun masih berada
diluar 10 besar negara-negara dengan anggaran pertahanan di dunia, yang tetap
peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2008, Indonesia memiliki anggaran
pertahanan sebesar 3,4 miliar dollar AS atau sebesar 0,66 persen dari GDP
nasional yang pada tahun tersebut sebesar 511 miiar dolar AS. Pada tahun 2016,
anggaran pertahanan Indonesia melambung hingga 8,17 miliar dollar AS atau
sebesar 0,8 persen dari GDP yang pada tahun 2016 terhitung sebesar 941 miliar
dollaar AS. Hal ini merupakan sebuah tanda bahwa Indonesia memiliki komitmen dalam
peningkatan kekuatan dan pertahanannya. Indonesia mampu melanjutkan hak misinya
dengan kekuatan yang dimilikinya demi mempertahankan kinerja yang membawa nama
baik bangsanya.
Terdapat konfigurasi power antar negara, terdapat beberapa fenomena yang
terjadi dlam politik global. Termasuk munculnya pergerakan populisme radikal
yang menekankan nasionalisme dan intoleransi sebagai tantangan bagi demokrasi
dan pluralisme. Dimana ada jajak pendapat atau persetujuan wargaa Inggris untuk
keluar dari Uni Eropa yang dikena dengan Brexit, terpilihnya Donald Trump
sebagai Presiden Amerika Serikat yang menekankan kepada nasionalisme masyarakat
kulit putih, munculnya Marine Le pen di Prancis yang menyungsung semangat
nasionalis dan skeptis terhadap Uni Eropa ( meskipun kalah dalam pemilihan
presiden yang lalu ). Kemudian ada juga kebijakan0kebijakan seperti pelanggaran
pemakaian hijab di Belanda, serta kebijakan anti-migran ang dilakukan oleh
Victor Orban di Hungaria. Selain di Eropa dan Amerika.
Dampak atau efek dari populisme radikal yang terjadi di banyak negara
tersebut adalah kecenderungan untk ditinggalkannya mekanisme multilateral serta
penekanan kepada mekanisme unilateral dan bilateral dalam politik global. Dan
adapula efek lain yang dapat muncul yaitu penekanan kepada kebijakan yang bersifat
short term dibandingkan long term dengan menegaskan kepentingan yang lebih luas
seperti norma-norma internasional, pembangunan berkelanjutan, aspek
kemanusiaan, maupun aspek lingkungan hidup. Hal ini diambil dengan tujuan
mengafirmasi kepentingan kaum mayoritas pada satu sisi srta keinginan untuk
melanggengkan kekuasaan elit pada sisi lainya.
Jika diterawang kondisi pada 2045, dapat menjadi dasar. Karena konfigurasi
power khususnya kekuatan pertahanan, Amerika Serikat masih akan tetap menjadi
kekuatan nomer satu. Kemudian negara-negara lain yang muncul adalah Rusia
karena Rusia yang saati ini tengah mengembangkan industri pertahananya serta
berinvestasi cukup besar dalam pembangunan kekuatan pertahanan. Kemuadian ada
india, Korea Selatan, dan arab saudi yang dapat menjadi aktor besar dalam
perkembangan anggaran pertahanan dalam persepsi ancaman.
Referensi
Mangadar Situmorang, Ph.D., Agustus/September 2017, Indonesia Dalam Politik Global 2045, s.l.
Komentar
Posting Komentar