Indonesia dalam Politik Global 2045
Penulis : Alfin Miftakhul Hidayah / I72216030
Pada saat ini kita masih
berada dalam kondisi politik global yang relatif "damai" sebagai efek
dari berakhirnya Perang Dingin pada awal tahun 90-an,yang diindikasikan dengan
absennya konfik antar great power dalam tataran global.Indonesia sendiri dalam
gambaran tersebut dikenal dengan statusnya sebagai middle power yang
memiliki peran aktif dalam politik global. Pada tataran regional, Indonesia dikenal
sebagai pemimpin negara-negara Asia Tenggara dalam kerangka ASEAN.
Dalam beberapa tahun terakhir
muncul beberapa kekuatan baru yang berpotensi menjadi negara revisionis bagi
Amerika Serikat sebagai super power dalam politik global. Negara-negara
tersebut diantaranya Tiongkok, Rusia, Jepang, India dan Brazil yang saat ini
memiliki kekuatan dalam bidang ekonomi, memiliki peranan yang signifikan dalam
bidang politik, serta sedang melakukan pembangunan kapabilitas militer.
POLITIK
GLOBAL TERUS BERUBAH
Konfigurasi power dalam hal
militer pada beberapa dekade terakhir menunjukkan munculnya beberapa pergeseran
kekuatan dalam politik global. Bedasarkan laporan tahunan International
Institute for Strategic Studies, pada
tahun 2008 Amerika Serikat masih menjadi negara dengan anggaran pertahanan
terbesar di dunia. Beberapa negara lain yang kemudian memiliki perkembangan
pesat diantaranya adalah Rusia, yang pada tahun 2008 berada pada posisi
ketujuh. Selain Rusia, Arab Saudi pada tahun 2008 menempati posisi ke delapan.
Indonesia sendiri, walaupun
berada di luar 10 besar negara-negara dengan anggaran pertahanan terbesar
dunia, tetap mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menandakan
bahwa Indonesia memiliki komitmen dalam peningkatan kekuatan pertahanannya. Hal
tersebut juga dapat dikaitkan dengan agenda Indonesia untuk mencapai kekuatan
pokok minimal (minimum essential forces) dalam bidang pertahanan pada tahun
2024.
Selain konfigurasi power
antara negara, terdapat beberapa fenomena yang terjadi dalam politik global
dewasa ini. Pertama, munculnya gerakan nasionalisme dan intoleransi sebagai
tantangan bagi demokrasi dan pluralisme. Efek dari populisme radikal yang
terjadi di banyak negara tersebut adalah kecenderungan untuk ditinggalkannya
mekanisme multilateral serta penekanan kepada mekanisme unilateral dan
bilateral dalam politik global. Kedua, semakin meningkatnya ancaman terorisme
yang beroperasi lintas batas negara.
TERAWANG
KONDISI PADA 2045
Paparan kondisi saat ini dapat
menjadi dasar bagi proyeksi politik global pada tahun 2045. Dalam hal
konfigurasi power khususnya kekuatan pertahanan. Pada tahun 2045, pusat
perekonomian akan beralih ke wilayah Asia dengan Tiongkok, Jepang, India, Korea
Selatan, dan Indonesia sebagai pemain utamanya. Negara-negara tersebut akan
memiliki share ekonomi yang besar karena didukung oleh inovasi teknologi yang
sudah dimulai pada saat ini dan masih tersedianya sumber daya alam untuk
dieksploitasi serta dukungan populasi dengan usia produktif yang besar.
Gambaran tersebut menunjukkan
bahwa pada tahun 2045, isu yang akan muncul adalah menipisnya sumber daya alam,
sehingga salah satu penentu power negara adalah sumber daya manusia yang
dimilikinya. Terkait dengan prediksi tersebut, dengan menipisnya sumber daya
alam serta bergesernya kekuatan antara negara-negara di dunia, tahun 2045
berpotensi menjadi titik kulminasi terjadinya konflik antar great power.
Pada sisi lain, terkait dengan
konstelasi dan konstelasi global di atas, yang harus dipecahkan adalah isu
lingkungan hidup. Sedangkan isu terorisme kemungkinan akan tetap eksis sebagai
salah satu ancaman bagi keamanan global. Perkembangan paham radikal berbasis
keagamaan akan semakin intens yang disebarkan melalui teknologi informasi yang
semakin canggih. Selain itu, adopsi teknologi yang semakin pesat dapat menciptakan
ancaman baru seperti cybrer terorism, yang tidak hanya menyerang
masyarakat namun juga infrastruktur yang dimiliki negara.
Peran
dan posisi Indonesia pada tahun 2045
Dengan gambaran politik global
pada tahun 2045 di atas, dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk
menjadi salah satu aktor kunci dalam politik global. Dengan populasi yang cukup
besar serta tetap berada dalam usia produktif pada tahun 2045, hal itu dapat
menjadi modal bagi indonesia untuk menyokong pertumbuhan ekonomi yang dapat
berefek langsung terhadap peningkatan kekuatan pertahanan serta peningkatan
pengaruh indonesia dalam bidang politik.
Terdapat beberapa hal yang
dapat menjadi penentu keberhasilan indonesia untuk mencapai proyeksi positif
tersebut. Pertama, Indonesia harus memiliki visi kedepan dalam kebijakan
pembangunannya. Kedua, Indonesia harus memiliki kemampuan mentransformasikan
modal populasinya menjadi power melalui sistem
pendidikan dan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. Ketiga,
Indonesia harus tetap berhubungan baik dengan semua negara-negara di dunia
serta berperan aktif dalam mempromosikan perdamaian dunia. Keempat, Indonesia
dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain sebagai negara yang berkomitmen
dan mempromosikan teraplikasinya norma-norma dan aturan internasional. Dan
kelima, Indonesia juga seharusnya dapat menjadi contoh bagi perkembangan
demokrasi dunia. Sangat penting untuk menyadari bahwa itu semua sejalan dengan nilai-nilai
dasar pancasila dan amanah konstitusi UUD 1945.
Referensi
Mangadar Situmorang, Ph.D., Agustus/September 2017, Indonesia Dalam Politik Global 2045, s.l.
Komentar
Posting Komentar