Indonesia dalam Politik Global 2045

         Penulis : Yulia Faroqi / I72216050

         Saat ini kita masih berada dalam kondisi politik global yang relative “damai” karena sebagai efek dari berahirnya perang dingin pada awal tahun 90-an, yang diindikasikan dengan absenya konflik antar great power dalam tatan global. Indonesia sendiri dalam dikenal dengan status sebagai middle power. Pada tataran regional, Indonesia dikenal sebagai pemimpin Negara-negara Asia Tenggara dalam kerangka ASEAN. Dalam politik luar negerinya bersahabat dengan berbagai neagar di dunia. Serta dalam ekonomi internasional berperan aktif dalam G-20, yaitu sebuah forum bagi Negara – Negara dengan perekonomian paling maju di dunia. Dengan kondisi tersebut bukan berarti dunia saat ini bebas dari tantangan dan ancaman.
            Dalam beberapa tahun terahir muncul beberapa kekuatan baru yang berpotensi menjadi Negara revisionis bagi Amerika Serikat sebagai super power dalam politik global. Selain kondisi tersebut, terdapat beberapa permasalahan lain yang dihadapi dalam tatanan global.

Politik Global Terus Berubah
Berdasarkan laporan tahunan internasional institute for strategic studies, pada tahun 2008 Amerika Serikat menjadi Negara denagn anggaran pertahanan terbesar di dunia dengan anggaran sebesar 696,3 miliar dollar AS atau setara dengan 4,9 persen dari GDP yang dimilikinya. Sedangkan posisi kedua pada tahun tersebut ditempati oleh inggris yang memiliki anggaran pertahanan sebesar 71,4 miliar dollar AS atau sebesar 2,7 persen dari GDPnya. Kemudian ada tiongkok  yang memiliki anggaran pertahan sebesar 60,1 miliar dollar AS atau sebesar 1.4 persen dari GDP. Sedangkan Indonesia sendiri, walaupun masih berada diluar 10 besar Negara-negara dengan anggaran pertahanan terbesar dunia, tetap mengalami peningkatan yang cukup siknifikan. Hal tersebut juga dapat dikaitkan dengan agenda Indonesia untuk mencapai kekuatan pokok minimal (minimum essential forces) dalam bidang pertahanan pada tahun 2024.
Selain konfigurasi power anatar Negara, terhadap beberapa fenomena yang terjadi dalam politik global dewasa ini. Pertama, munculnya gerakan populisme radikal yang menekankan nasionalisme dan intoleransi sebagai tantangan bagi demokrasi dan pluralism. Efek dari populisme radikal yang terjadi di banyak Negara tersebut adalah kecenderungan untuk ditinggalkannya kekanisme multilateral serta penekanan terhadap mekanisme unilateral dan bilateral dalam politik global. Dengan penekanan kepada mekanisme bilateral dan unilateral akan semakin meningkatkan ketidakpastian dalam tatan global. Kedua, semakin meningkatnya ancaman terorisme yang beroprasi lintas batas Negara.

Terawang Kondisi Pada 2045
Paparan tentang kondisi saat ini dapat menjadi dasar bagi proyeksi politik global pada tahun 2045. Dalam hal ini konfigurasi power khususnya kekuatan pertahanan, Amerika Serikat masih akan tetap menjadi kekuatan nomer satu. Akan tetapi, celah kekuatannya akan semakin menipis dibandingkan kekuatan Negara-negara lain. Salah satunya Negara tiongkok pada tahun 2030 akan menyelesikan proyeksi kekuatan angkatan Angkatan Lautnya menjadi blue water navy, kekuatan armada laut yang dapat bertahan mengarungi samudra dan laut dalam, yang saat ini hanya dimiliki Amerika Serikat. Sehingga dapat digambarkan bahwa Tiongkok secara relative dapat mengimbangi kekuatan yang dimiliki oleh Amerika Serikat.

Peran Dan Posisi Indonesia Pada Tahun 2045

Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi penentu keberhasilan Indonesia untuk mencapai proyeksi positif tersebut. Pertama, Indonesia harus memiliki visi ke depan dalam kebijakan pembangunannya. Kedua, Indonesia harus memiliki kemampuan mentransformasikan modal populasinya menjadi power melalui sistem pendidikan dan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. Ketiga, Indonesia harus tetap berhubungan baik dengan semua Negara-negara di dunia serta berperan aktif dalam mempromosikan perdamaian dunia. Keempat, Indonesia dapat menjadi contoh bagi Negara-negara lain sebagai Negara yang berkomitmen dan mempromosikan teraplikasinya norma-norma dan aturan internasional. Dan kelima, Indonesia juga harus menjadi contoh bagi perkembangan demokrasi dunia yang mendasarkan dirinya kepada moderasi umat beragama, toleransi antar kelompok, berdasarakan kepada rule of law dan terjamin kebebasan masyarakat.

Referensi
Mangadar Situmorang, Ph.D., Agustus/September 2017, Indonesia Dalam Politik Global 2045, s.l.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP ISU TENAGA KERJA CINA DI INDONESIA: PERSPEKTIF INDONESIA

Politik Luar Negeri Indonesia Era Jokowi: Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Kerjasama Indonesia-Australia Dalam Menanggulangi Human Trafficking