Indonesia dalam Politik Global 2045
Penulis: Liza
Umami / I722I6067
Kondisi politik global saat ini bisa dikatakan dalam
keadaan yang damai dikarenakan hampir setiap negara tengah berfokus untuk membangun
pondasi negara masing-masing dalam berbagai bidang, apalagi pada zaman
globalisasi dimana semua negara otomatis terkoneksi secara global untuk saling
meningkatkan kerjasama yang menguntungkan. Tak terkecuali posisi Indonesia
dalam tatanan politik global juga ikut andil memiliki peran aktif dengan
menerapkan kebijakan politik luar negeri Indonesia yaitu bebas aktif. Yang
artinya Indonesia bebas untuk tidak memihak satupun blok kekuatan yang ada di
dunia. Dan aktif artinya Indonesia selalu aktif dalam menciptakan perdamaian
dunia serta aktif dalam menyelesaikan permasalahan internasional. Ini terbukti
dengan keaktifan Indonesia bergabung dengan organisasi dunia seperti ASEAN,
PBB, G-20 dll dan Indonesia juga berhasil menjadi salah satu negara demokrasi
terbesar di dunia.
Dengan
kondisi yang relatif ‘damai’ tersebut bukan berarti kondisi politik global akan
seterusnya tidak mengalami ancaman. Adanya beberapa kekuatan baru selain AS
yaitu Tiongkok, Rusia, Jepang, India dan Brazil yang saat ini sedang bangkit
serta memiliki kekuatan dalam beberapa bidang seperti ekonomi, politik dan
militer memicu potensi konflik di masa mendatang. Selain itu, terdapat hal-hal
lain yang dapat mengakhiri kondisi damai dalam politik global yakni isu
terosrisme yang sering terjadi dan kadang menimbulkan keresahan dan spekulasi
yang tertuju pada negara dan aktor non-negara tertentu, ketimpangan
social-ekonomi, konflik internal dan perang sipil yang berkelanjutan serta
isu-isu kemanusiaan lainnya.
Kekuatan
suatu negara dalam politik global juga terus berubah secara signfikan, dari
beberapa decade terakhir hingga tahun 2008 AS masih menempati urutan pertama
dalam anggaran oertahanan dan diikuti oleh Inggris dan Tiongkok. Pada tahun
20I6, beberapa negara berhasil berkembang dan menyaingi negara lain,
diantaranya Tiongkok yang berhasil menempati posisi kedua menggeser kedudukan
Inggris, ada Rusia yang berhasil naik dari peringkat ketujuh menuju peringkat
ketiga, Arab Saudi juga dari posisi kedelapan menjadi keempat beserta negara-negara
lain seperti Korea Selatan dan India. Indonesia sendiri juga memiliki
peningkatan yang signifikan, anggaran pertahanan dari awal yang hanya 3,4
miliar dollar AS naik melambung hingga 8,I7 miliar dollar AS. Ini berarti bahwa
Indonesia memiliki kemauan dan komitmen yang kuat untuk memperbaiki kekuatan
pertahanannya dan mencapai target kekuatan pokok minimal dalam bidang
pertahanan pada tahun 2024. Dalam bidang ekonomi, khususnya pada tahun 20I6,
menurut World Bank negara dengan GDP terbesar berurutan dari pertama adalah AS
($I8,5 triliun), Tiongkok ($II,2 triliun), Jepang ($4,9 triliun) dan Jerman
($3,4 triliun) . Selain negara-negara tersebut, terdapat negara-negara yang
berkembang pesat yakni GDP Indonesia meningkat menjadi rangking ke I6 ($932
miliar), lalu India berada di posisi ke 7 ($2,2 triliun), Korea Selatan
menempati posisi ke II ($I,4 triliun). Dari informasi tersebut dapat
disimpulkan bahwa posisi Tiongkok benar-benar memiliki kekuatan ekonomi karena
mampu bersaing dengan perekonomian AS dan juga muncul negara-negara yang
memiliki basic economic powers saat ini seperti India, Korsel dan Indonesia.
Di
samping itu, ada beberapa ancaman dalam politik global yang sering terjadi.
Pertama, munculnya gerakan populis radikal, kelompok yang berjiwa nasionalisme
dan menekankan intoleransi merupakan tantangan terberat bagi ideologi demokrasi
dan pluralism. Sebagai contoh kasusnya Donald trump yang lebih menekankan
kepada nasionalisme masyarakat kulit putih dan menolak mentoleransi minoritas.
Dalam tataran politik global, efek dari populisme radikal adalah banyak negara
lebih menekankan pada mekanisme unilateral dan bilateral daripada mekanisme
multilateral. Dimana hal ini sangat dikhawatirkan karena tidak didasarkan
kepada kepentingan masyarakat global dan norma-norma internasional namun
didasarkan kepada aktor yang memiliki koefisien power yang lebih besar serta
keuntungan yang lebih. Keadaan ini akan mengakibatkan hukum rimba kembali hadir
dimana yang paling kuatlah yang akan menang dan yang lemah tersingkirkan. Efek
lain akan muncul yaitu penekanan kepada kebijakan yang menguntungkan dalam
waktu singkat atau short term dibandingkan long term dengan mengabaikan
kepentingan yang lebih luas dan berkelanjutan di masa yang akan datang. Ancaman
yang seperti ini sangat berbahaya bagi sistem politik demokrasi dimana kaum
liberal percaya bahwa demokrasi bisa mengantarkan politik domestic mencegah
konflik antar negara. Kedua, ancaman berupa terorisme semakin meningkat dan
menarik perhatian dunia internasional karena ancaman tersebut bisa jadi berasal
dari aktor non-negara.
Prediksi
kondisi politik global pada 2045, AS tetap menjadi pertama dalam hal konfigurasi power di dunia. Namun dengan
perkembangan yang ditunjukkan oleh Tiongkok bahwa ia mampu bersaing dengan AS
yaitu dengan membangun pertahanan militer di kekuatan angkatan laut yang
sebelumnya hanya dimiliki oleh AS. Negara lain yang mungkin muncul menjadi
kekuatan militer di dunia adalah Rusia, India, Korsel dan Arab Saudi mengingat
anggaran pertahanan yang digunakan. Dalam bidang perekonomian, diprediksikan
bahwa negar-negara di wilayah Asia(Tiongkok, Jepang, India, Korsel dan
indonesia) lebih mempunyai potensi untuk menjadi pusat perekonomian karena
didukung oleh inovasi teknologi yang canggih, kaya akan sumber daya alam, serta
populasi dengan usia produktif dimana negara kawasam Eropa tidak memilikinya.
Gambaran di atas mengatakan tahun 2045 akan terjadi kelangkaan sumber daya alam
dan dipredikisikan negara yang kuat adalah negara yang kaya akan SDA dan memiliki
populasi yang besar jika populasi tersebut benar-benar dikembangkan dan
dimaksimalkan dengan modal inovasi teknologi, pendidikan dan kebijakan
pembangunan yang berkelanjutan agar negara bisa bertransformasi menjadi negara
kuat dalam segala bidang jika SDM dioptimalkan sebaik mungkin. Permasalahan
dasar yang sering menghantui dalam politik global adalah isu lingkungan hidup.
Dimana keputusan multilateral sangat dibutuhkan agar semua negara bisa
berkomitmen dan bekerjasama untuk sama-sama menjaga dan pro terhadap kebijakan
lingkungan hidup dan kemanusiaan. Sedangkan isu terorisme akan semakin
meningkat,perkembangan paham radikal jugameningkat dengan canggihnya teknologi
informasi, serta ancaman teknologi canggih yang menyebabkan adanya kejahatan
baru.
Dengan
gambaran politik global tersebut peran dan posisi Indonesia pada tahun 2045
akan semakin strategis karena memiliki potensi yang lebih di masa depan untuk
menjadi aktor kunci dalam politik global, untuk mengoptimalkan sumber daya dan
menjadi penentu keberhasilan, pertama Indonesia harus memiliki visi pembangunan
yang jelas dalam membangun negara kuat di segala bidang tapi yang harus
diutamakan yaitu bidang ekonomi dan pertahanan agar pengaruh Indonesia dalam
politik global semakin meningkat serta mampu menangani segala ancaman yang menghadang.
Kedua, membangun power dengan memperbaiki sistem pendidikan ,penguasaan
teknologi informasi dan pemerintah harus konsisten dengan program pembangunan
yang berkelanjutan supaya Indonesia bisa bersaing di dunia internasional.
Ketiga, Indonesia harus selalu berperan aktif di politik global dengan terus
menyuarakan perdamaian sera menjalin hubungan yang baik antarnegara agar kelak
Indonesia bisa menjadi negara berkekuatan besar yang tidak mengancam. Keempat,
Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain sebgai negara yang
berkomitmen untuk mengaplikasikan norma dan aturan internasional serta
perkembangan demokrasi dunia yang mana Indonesia sangat terkenal dengan
masyarakat, budaya, agama, dan ras yang plural, toleransi dijunjung tinggi,
kebebasan masyarakat terjamin di bawah naungan nilai-nilai dasar pancasila dan
UUD I945. Meskipun seringkali pluralisme tersebut menimbulkan daya konflik yang
tinggi, terbukti Indonesia sampai detik ini masih bisa mengatasi berbagai
problematika dan menjaga nilai dasar negara dengan utuh.
Referensi
Mangadar Situmorang, Ph.D., Agustus/September 2017, Indonesia Dalam Politik Global 2045, s.l.
Komentar
Posting Komentar