Indonesia dalam Politik Global 2045

            Penulis : Alfareza Risma Z. / I0216002

            Setelah Perang Dingin yang mengguncang seantero negara – negara di belahan bumi ini sudah berakhir, kita sebagai warga negara Indonesia patut bernapas lega sebab kedua kekuatan yang paling signifikan di muka bumi ini katkan– yang terpisahkan oleh kedua ideologi ini berkurang satu  sehingga hanya menyisakan sebuah ideologi yang sampai sekarang terus kita rasakan dampaknya terhadap gejolak pergerakan dunia. Indonesia pun mampu beradaptasi dengan lingkungan yang dinamis seiring bergantinya sang surya dengan sang candra. Keamanan yang dinilai mulai merambah ke berbagai sektor pun turut mengundang para negara – negara super power untuk meningkatkan kapabilitas militer yang tentunya akan mengundang sejumlah perlombaan senjata untuk membuktikan siapa yang pantas menduduki takhta dunia.
            Berbagai cara dilakukan agar negara masing – masing terhindar ataupun mengurangi resiko akan dampak yang ditimbulkan. Jika dibandingkan dengan negara – negara barat , Indonesia tentu sudah kalah jauh dalam hal anggaran misalnya. Amerika menduduki peringkat pertama dalam anggaran militer, namun itu tidak membuat Indonesia untuk berkomitmen dalam meningkatkan kekuatan pertahanannya. Permasalahan yang muncul saat ini diataranya adalah, munculnya penekanan kepada kepentingan koefisien power yang lebih kuat, penekanan kebijakan yang bersifat short term yang juga mengacu pada kepentingan kaum mayoritas dan kekuasaan elite, serta meningkatnya ancaman terorisme yang beroperasi lintas negara.
Banyak negara – negara di luar sana yang akan memproyeksikan pandangan politik global pada masa yang akan datang, sebut saja Tiongkok yang pada tahun 2030 akan menyelesaikan proyeksi kekuatan Angkatan Lautnya menjadi blue water navy, namun tetap saja Amerika masih mengungguli dari pencapaian Tiongkok yang akan dicapai dalam beberapa decade mendatang. Dan berdasar proyeksi blue water navy – nya kita dapat melihat bahwa Tiongkok tidak menutup kemungkinan akan memiliki kekuatan yang sejajar dengan Amerika Serikat. Tidak tertinggal juga negara – negara lain seperti Rusia, India, Arab Saudi, Korea Selatan juga berpotensi menjadi aktor – aktor berpengaruh mengingat anggaran militernya berkembang dalam beberapa tahun terakhir dan rekognisi ancaman yang muncul dari negara tentangganya.
Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa potensi – potensi negara di Benua Asia mulai muncul secara perlahan namun pasti, julukan The Sleeping Asian Tiger yang disematkan pun juga menandakan akan perkembangan sektor ekonomi yang kuat serta peningkatan akan kekuatan di bidang militer. Dengan ketersediaan sumber daya alam yang masih potensial tentu membuat Benua Asia menjadi pusat ekonomi pada tahun 2045 karena inovasi besar – besaran serta didukung oleh populasi usia produktif yang cukup besar. Sedangkan kawasan Eropa yang lebih dulu berkembang baik secara sumber daya alam maupun manusia akan mengalami degradasi yang signifikan. Dan negara – negara dengan populasi yang besar akan berpotensi menjadi negara yang makmur pada tahun 2045 apabila juga diiringi dengan perkembangan teknologi, pendidikan, dan kebijakan berkelanjutan sehingga dengan “amunisi” tersebut maka akan terkonversi menjadi power yang akan mendukung di berbagai sektor. Dengan perlombaan akan status great power inilah yang di kemudian hari akan menjadi pemicu konflik akan tatanan dunia dan perubahan balance of power. Semakin besar kekuasaan pun akan semakin berpengaruh dalam penguasaan sumber daya yang akan dimiliki atau yang akan diincar. Tak terlepas akan sumber daya, lingkungan hidup pun juga harus diberikan stabilitas akan kelangsungan hidrupnya. Dan stabilitas itu seharusnya tercermin pada aktivitas pro lingkungan dan kemanusiaan agar mampu diaplikasikan oleh setiap negara.
Perkembangan teknologi juga tidak menutup kemungkinan akan lahirnya permasalahan baru. Isu terorisme yang kian marak dan mulai mengatasnamakan agama sebagai dalih dasar kegiatan dan propagandanya juga mulai disebar luaskan oleh media informasi berbasis teknologi yang semakin canggih. Ditambah dengan perkembangan teknologi yang mustahil untuk dihentikan lajunya melahirkan kejahatan baru seperti cyber terrorism yang sanggup menghancurkan struktur sosial dan negara.
Situasi dinamis seperti yang Indonesia hadapi saat ini tentu mendorong pemeritah untuk mengambil langkah dalam merumuskan kebijakan yang ditetapkan, perkembangan yang akan diterapkan, dan kekuatan yang akan digunakan harus sesuai dengan keadaan politik dunia. Dan Indonesia harus aktif dalam mempromosikan perdamaian dunia melalui berbagai macam pendekatan seperti berperan aktif dalam misi perdamaian dunia serta mengaplikasikan semua nilai – nilai Pancasila dan amanah konstitusi UUD 1945.


Referensi
Mangadar Situmorang, Ph.D., Agustus/September 2017, Indonesia Dalam Politik Global 2045, s.l.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP ISU TENAGA KERJA CINA DI INDONESIA: PERSPEKTIF INDONESIA

Politik Luar Negeri Indonesia Era Jokowi: Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Kerjasama Indonesia-Australia Dalam Menanggulangi Human Trafficking