Indonesia dalam Politik Global 2045

 Penulis : Dewi Puspita / I02216005

Saat ini dengan semakin majunya perkembangan zaman bukan tidak mungkin lagi suatu hal akan sangat mengancam atau bahkan menjadi peluang. Begitupun Indonesia saat ini yang masih pada tahap Negara Berkembang cukup ambil alih dalam perekonomian dunia. Negara di dunia kini yang relatif dalam mode “damai” pun cukup menjadikan dunia lebih baik dalam perekonomiannya juga hubungan kesepakatan negara semakin banyak dalam berbagai bidang. Dalam beberapa tahun terakhir ini muncul beberapa kekuatan baru yang berpotensi menjadi revisionis bagi Amerika Serikat sebagai super power dalam politik global. Selain kondisi tersebut, terdapat permasalahan lainnya seperti adanya terorisme yang kian marak terjadi di dunia. Permasalahan global lainnya yang menjadi isu global adalah climate change, ketimpangan sosial, keamanan energi dan SDA, dan juga konflik-konflik internal lainnya.
Dalam hal lain kekuatan dalam politik global masih dikuasai oleh Amerika Serikat dengan militer dan ekonominya yang mencapai target. Pada perhitungan dari ke tahun Indonesia termasuk negara berkembang yang mampu meningktkan ekonominya secara konstan. Urutan dalam pendapatan anggaran pertahanan terbesar yaitu : Amerika Serikat 696,3 milliar dollar AS, Inggris 71,4 milliar dollar AS, Tiongkok 60,1 milliar dollar AS. Dari tiga besar anggaran pertahanan tersebut kita tahu bahwa Amerika Serikat jauh lebih memimpin di nomor satu dengan total yang sangat signifikan bedanya dengan urutan kedua maupun ketiga.
Terlihat bahwa politik global semua mengacu pada siapa yang mampu memberikan banyak kontribusi bagi masyarkatnya dalam militer maupun ekonominya. Indonesia sendiri sebagai negara berkembang yang berusaha untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat saat ini meskipun tidak menjadi 10 besar, Indonesia mampu membuktikan dengan semakin melambungnya anggaran yang didapatnya. Dalam bidang ekonomi sendiri berdasarkan laporan World Bank masih pada 2016 negara dengan GDP terbesar dipegang oleh Amerika Serikat dengan GDP 18,5 triliun dollar AS, disusul dengan oleh Tiongkok pada posisi kedua dengan GDP sebesar 11,2 triliun dollar AS, pada urutan ketiga ditempati oleh Jepang dengan GDP sebesar 4,9 triliun dollar AS.
            Selain negara-negara tersebut, terdapat negara yang dalam sisi ekonomi yang berkembang pesat yaitu antara lain : India yang pada tahun 2010 dari posisi 9 menjadi posisi ke 7 di tahun 2016, Korea Selatan yang pada tahun 2010 menempati posisi 14 di tahun 2016 menjadi posisi 11. Dilihat dari itu semua negara Asia nantinya akan bisa jadi economic powers di dunia karena berhasilnya negara mereka dalam meningkatkan jumlah GDP nya. Tentang kondisi saat ini dalam 2045 mendatang Amerika Serikat akan tetap negara dengan Great Power  yang semuanya hanya dimilki Amerika Serikat saat ini.
Dalam militer nama-nama negara yang akan muncul nantinya diperkirakan seperti negara Rusia, India, Korea Selatan, Arab Saudi juga dapat jadi aktor dalam pembangunan pertahanan yang baik ke depannya dan memiliki potensi besar. Pada politik global sendiri tentang gambaran Indonesia dapat dikatakan mampu dan memiliki potensi untuk menjadi aktor dalam politik global, dikarenakan Indonesia mempunyai usia yang produktif yang berarti mempunyai generasi-generasi selanjutnya yang mampu menopang masalah di Indonesia dengan lebih baik nantinya. Serta Indonesia juga dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain yang mampu berkomitmen kuat dan mempromosikan aturan-aturan pada masyarakat internasional, juga menjadi contoh bagi perkembangan demokrasi dunia dalam umat yang beragam. Indonesia yang menganut sistem Non-Blok dalam kebijakannya menjadi nilai besar untuk menjadi bagian politik global yang aktif.

 Referensi
Mangadar Situmorang, Ph.D., Agustus/September 2017, Indonesia Dalam Politik Global 2045, s.l.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP ISU TENAGA KERJA CINA DI INDONESIA: PERSPEKTIF INDONESIA

Politik Luar Negeri Indonesia Era Jokowi: Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Kerjasama Indonesia-Australia Dalam Menanggulangi Human Trafficking