Indonesia dalam Politik Global 2045

Penulis : Muhammad Darley Alfian Pratama / I02216021

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Setelah berakhirnya perang dingin pada awal tahun 90-an, kondisi politik global menjadi damai. Dengan berakhirnya cold war ini setiap negara fokus untuk membangun dan meningkatkan perekonomian mereka, maka akan tercipta interdependensi antar negara yang ditandai dengan kerja sama dan kesepakatan-kesepakatan antar negara sebagai pengaturan global dalam berbagai bidang serta modernisasi dan perkembangan teknologi yang membuat koneksi semakin mudah antara satu dengan yang lainnya.
Indonesia sendiri dikenal sebagai middle power yang memiliki peran aktif dalam politik global. Secara regional, indonesia dikenal sebagai pemimpin negara-negara di asia tenggara  dalam kerangka ASEAN. Secara global, indonesia berperan aktif  dalam mempromosikan perdamaian dunia dengan aktif dalam berbagai misi perdamaian PBB. Dalam dekade terakhir ini muncul kekuatan-kekuatan baru yang dapat menggeser amerika serikat sebagai negara super power, diantaranya Cina, Rusia, Jepang, India dan Brazil yang mana negara-negara tersebut memiliki peranan yang kuat dalam dunia politik, memiliki kekuatan dibidang ekonomi serta melakukan pembangunan kapabilitas militer. Pembangunan kekuatan militer di negara-negara tersebut membuat mereka saling berlomba-lomba dalam menciptakan senjata yang berpotensi sebagai pemicu perpecehan dimasa yang akan datang.

Politik Global Terus Berubah
Konfigurasi power antar negara dalam hal militer dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan pergeseran kekuatan dalam politik global. Selain konfigurasi power banyak fenomena dalam politik global yang terjadi yang pertama, munculnya gerakan populisme radikal yang menekankan nasionalisme dan intoleransi sebagai tantangan bagi demokrasi dan pluralisme. Efek dari populisme radikal yang terjadi dibanyak negara adalah kecenderungan untuk ditinggalkannya mekanisme multilateral serta penekanan pada mekanisme uniteral dan bilateral dalam politik internasional.  Dampak lain yang dapat muncul adalah penekanan kebijakan yang bersifat short term dibandingkan long term dengan menolak kepentingan yang lebih luas seperti aspek kemanusiaan, norma-norma internasional maupun aspek lingkungan hidup.
Kedua, semakin meningkatnya ancaman terorisme yang beroperasi lintas batas negara. Dari ancaman yang diakukan oleh Al-Qaeda sampai ancaman ISIS yang saat ini masih berlangsung. Berdasarkan data dari Global Terrorism Database University of Maryland, Amerika Serikat, pada tahun 2016 telah terjadi 11.072 aksi terorisme diseluruh dunia. Aksi terorisme tersebut mayoritas terjadi di Irak, Afghanistan, India, Pakistan dan Filiphina. Hal tersebut membuktikan bahwa ancaman dari aktor non-negara dalam bentuk aksi terorisme telah menjadi ancaman yang sangat nyata yang dihadapi negara-negara didunia.

Terawang Kondisi Pada 2045
Dengan melihat dan menganalisis kondisi saat ini bisa menjadi dasar proyeksi politik global pada tahun 2045. Dalam hal konfigurasi power khususnya pada kekuatan pertahanan dapat diprediksi bahwa Cina akan mengimbangi kekuatan angkatan laut Amerika Serikat, yang mana kekuatan armada lautnya dapat bertahan di laut dalam dan mengarungi samudra. Negara lain yang mungkin akan muncul mengimbangi kekuatan militernya adalah Rusia, yang sedang mengembangkan industri pertahananya dan berinvestasi besar dalam pembangunan kekuatan pertahanan. Negara-negara lain seperti India, Korea Selatan dan Arab Saudi pun turut serta meningkatkan kekuatan pertahanan negara mereka.
Sejalan dengan hal tersebut, pada tahun 2045, pusat perekonomian dunia akan beralih ke wilayah Asia dengan Cina, India, Jepang, Korea Selatan dan Indonesia sebagai pemain utamanya. Negara-negara tersebut akan memiliki share ekonomi yang besar karena didukung oleh inovasi teknologi, ketersediaan sumber daya alam untuk dieksploitasi dan dukungan populasi dengan usia produktif yang besar. Deskripsi tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2045 isu yang akan muncul adalah menipisnya sumber daya alam, sehingga salah satu penentu power negara adalah sumber daya manusia yang dimilikinya.
Pada sisi lain, salah satu permasalahan utama yang harus dipecahkan adalah isu lingkungan hidup. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan pendekatan multilateral yang menekankan kolaborasi dan komitmen setiap negara akan sangat dibutuhkan. Sedangkan isu terorisme akan terus konsisten atau eksis sebagai salah satu ancaman bagi keamanan internasional. Dengan berkembangnya teknologi dan pengaruh globalisasi yang kuat maka akan menciptakan ancaman baru seperti cyber terorism, yang akan mengancam masyarakat dan bahkan infrastruktur negara.

Peran Dan Posisi Indonesia Pada Tahun 2045
Dengan gambaran tersebut, maka Indonesia pada tahun 2045 memiliki potensi untuk menjadi salah satu aktor kunci dalam politik internasional. Dengan populasi yang cukup besar dan usia yang produktif menjadi modal Indonesia untuk menyokong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kekuatan pertahanan serta pengaruh yang kuat dibidang politik.
Ada beberapa hal yang menjadi penentu keberhasilan Indonesia untuk mencapai proyeksi positif tersebut. Yang pertama, Indonesia harus memiliki visi ke depan dalam kebijakan pembangunan dibidang ekonomi dan pertahanan. Kedua, Indonesia harus memiliki kemampuan untuk mentransformasikan modal populasinya menjadi power melalui sistem pendidikan, kebijakan pembangunan dan penguasaan teknologi informasi. Ketiga, Indonesia harus berhubungan baik dengan semua negara dan aktif dalam mempromosikan perdamaian dunia. Keempat, Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara lain sebagai negara yang berkomitmen dan mengaplikasikan norma-norma dan aturan internasional. Kelima, Indonesia harus menjadi contoh bagi perkembangan demokrasi dunia berdasarkan rule of law dan terjaminnya kebebasan masyarakat.

Referensi
Mangadar Situmorang, Ph.D., Agustus/September 2017, Indonesia Dalam Politik Global 2045, s.l.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP ISU TENAGA KERJA CINA DI INDONESIA: PERSPEKTIF INDONESIA

Politik Luar Negeri Indonesia Era Jokowi: Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Kerjasama Indonesia-Australia Dalam Menanggulangi Human Trafficking